Baru Saja Terima Asimilasi di Rumah, Napi Malah Kambuh Kriminal Lagi

baru-saja-terima-asimilasi-di-rumah-napi-malah-kambuh-kriminal-lagi_m_189373-min

SOLO – Program asimilasi bagi narapindana dalam upaya pencegahan Covid-19 malah memicu resah masyarakat. Beberapa dari mereka kembali berbuat kriminal. Akibatnya, harus berurusan kembali dengan pihak berwajib.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yuga Pamungkas melalui Kasat Reskrim AKP Nanung Nugroho mengatakan, pihaknya telah mengamankan DP, 39, warga Semarang dan DW 20, warga Sukoharjo, Kamis dini hari (16/4). Keduanya diduga kuat melakukan penganiayaan terhadap H, 40 warga Desa Serut, Kecamatan Nguter

“Keduanya melakukan penganiayaan di Desa Serut, Kecamatan Nguter, Sabtu (11/4) lalu,” kata Nanung, kemarin.

Diduga kuat keduanya memiliki dendam terhadap korban. Kemudian membacok kepala korban dengan senjata tajam. Kedua tersangka dan barang bukti kini sudah diamankan di Polres Sukoharjo.

Menurut Nanung, DW merupakan residivis kasus narkoba yang baru keluar dari Rutan Wonogiri. Keluar penjara berkat program asimilasi rumah sesuai keputusan menteri hukum dan HAM dalam rangka pencegahan Covid-19.

Residivis lain, MR, 31, warga Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, juga berulah. Dia nekat hendak membobol sebuah pabrik kertas di kawasan Jajar, Laweyan. Dalam aksinya, MR mengajak WS, 26, dan D, yang merupakan tetangga kampungnya.

“Keduanya bertemu setelah pelaku MR ini bebas dari salah satu lapas di Jawa Tengah. Karena masalah ekonomi, keduanya sepakat berencana membobol sebuah pabrik,” ungkap Kasatreskrim Polresta Surakarta AKP Purbo Adjar Waskito

Mereka mengincar pabrik kertas di Laweyan. Ketiganya lantas menuju lokasi dengan mengendarai Satria FU nopol AD 4129 AA dan motor Yamaha Mio. Setelah tiba di bagian belakang gudang, mereka bergegas mencoba merusak gembok pagar dengan menggunakan gunting besi.

Namun apes, aksi kejahatan mereka dipergoki seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi. “Warga langsung teriak. Otomatis membangunkan warga yang lain. Para pelaku ini langsung panik berusaha kabur,” ucapnya.

D berhasil lolos, namun sial dialami MR dan WS. Keduanya berhasil dikepung warga. Massa yang geram akhirnya menghakimi kedua pelaku tersebut. Beruntung pada saat bersamaan, tim Resmob Satreskrim Polresta Surakarta datang ke lokasi. “Keduanya langsung kami amankan dari amuk massa,” kata Purbo.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita tiga linggis, kunci T, gunting, obeng, cutter dan senter sepeda motor yang dijadikan sarana menuju lokasi gudang. Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, keduanya dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian. Ancaman hukuman 5 tahun. “Kita saat ini masih memburu D yang kabur,” ujar Purbo. (atn/kwl/bun/ria)

 

Sumber : https://www.jawapos.com/

BAGIKAN :

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x