Sadri, Nelayan Tradisional Pulau Medang Lingga Meninggal Jatuh Kelaut

sadri

almarhum Sadri semasa hidupnya (foto/as)

Pemerintah, DPRD Diharapkan Memberikan Perhatiandan Bantuan Terhadap  Keluarga

Sinarkeprinews.com.Pulau Medang-Sadri, salah seorang nelayan Pulau Medang Kecamatan Katang Bedare Kabupaten Lingga beberapa waktu lalu meninggal akibat jatuh ke laut dari pompongnya.  Berawal dari pekerjaan kesehariannya sebagai nelayan tradisional,  Sadri bersama isterinya Aini berangkat ke laut untuk melihat hasil tangkapannya.

Namun baru tiba di pompongnya,  Sadri jatuh ke laut.  Isterinya Aini sempat menggapai tangan suaminya untuk menarik keatas sambil menunggu pertolongan dari nelayan lainnya. Sadri suami Aini,   memang dapat diangkat dari laut berkat pertolongan para nelayan dan selanjutnya  dibawa  ke rumah.  Namun  nyawa Sadri tak tertolong dan diperkirakan meninggal sekira pukul 10.00 WIB.

Ketua  Pokmaswas Desa Pulau Medang Kamarudin  kepada media ini membenarkan peristiwa meninggalnya salah seorang nelayan tradisonal bernama Sadri Ahad (15/8) sore.  Kamarudin sebagai Ketua Pokmaswas menjelaskan, sangat berdukacita atas kepergian almarhum Sadri.  Dikatakan, almarhum Sadri sebagai salah satu anggota Pokmaswas selama ini dikenal sangat aktif di berbagai kegiatan, terutama yang berhubungan dengan kelautan.  Seperti melakukan pengawasan maupun sosialisasi.  Intinya, almarhum Sadri sangat aktif di berbagai kegiatan kemasyarakatan nelayan dan beliau adalah orang baik.

Lebih jauh Kamarudin menjelaskan, almarhum Sadri meninggalkan 4 orang anak, dan yang paling bungsu masih belajar di bangku sekolah  SMA.  Karenanya Kamarudin berharap, kiranya pemerintah memberikan perhatian terhadap nasib keluarga almarhum.  Sebab, katanya, hingga hari ini (15/8) instansi terkait belum ada  yang datang memberikan bantuan, sementara kepergian almarhum Sadri sudah memasuki  dua pekan.

Terhadap nasib keluarga almarhum Sadri ini, Kamarudin menyindir anggota DPRD Lingga terutama dari Dapil Kecamatan Katang Bedare,  seharusya memberikan perhatian.   Demkian juga anggota  DPRD Kepri Dapil Katang Bedare, Senayang seharusya wakil-wakil rakyat terhormat itu turun.   “Jangan hanya turun menjelang Pemilu atau Plkada untuk mendekati masyarakat.  Setelah terpilih, tak pernah lagi Nampak batang hidungnya”,  sindir Kamarudin.

Hal senada juga dijelaskan tokoh masyarakat Desa Pulau Medang Sukowati.  Ia juga mempertanyakan hati nurani para anggota DPRD Lingga terutama dari dapil  Katang Bedare dan anggota DPRD Kepri Dapil Lingga.  Seharusnya, kata Sukowati,  sebagai  wakil  rakyat  harus peka  atas  musibah masyarakat yang diwakilinya, seperti memberikan perhatian dan bantuan akan apa yang dialami almarhum Sadri.  “Sungguh tragis, apa yang  dialami keluarga almarhum. Instansi terkait, dari Kepala desa, Camat hingga wakil rakyat yang terhormat belum ada yang mendatangi keluarga almarhum Sadri”,  tandas Sukowati. Padahal diketahui, jelas Sukowati,  ada beberapa anggota DPRD Lingga dari Dapil Kecamatan Katang Bedare dan Senayang.  Demikian juga anggota DPRD Kepri  dari  Dapil  Senayang, Katang Bedare, Bakung Serumpun.  (as)

BAGIKAN :

banner sinar1
banner sinar2
sinarkeprinews.com banner bawah
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x