Bisnis Macet, Banyak Pengusaha Jaminkan Perhiasan

bisnis-macet-banyak-pengusaha-jaminkan-perhiasan_m_221314

Pandemi Covid-19 telah memengaruhi kondisi perokonomian masyarakat. Salah satunya terlihat dari meningkatnya jumlah nasabah di Pegadaian Cabang Mojokerto Jalan WR Supratman Kota Mojokerto. Sejak awal tahun 2020 lalu, pengajuan kredit mengalami pertumbuhan hingga 5 persen.

VANI, 40, salah satu nasabah asal Sumobito, Kabupaten Jombang mengaku sengaja datang ke Pegadain Cabang Mojokerto untuk menggadaikan kalung dan cincin miliknya. ”Beratnya 17 gram. Tapi, masih emas muda,” ungkap perempuan yang kesehariannya menggarap lahan sewa untuk ditanami padi itu.

Sebagai petani, selama ini ia menggarap lahan sewa yang membutuhkan biaya tanam tidak sedikit. Semisal untuk membeli pupuk dan membayar ongkos buruh tani. Serta memenuhi kebutuhan hidup keluarga. ”Ya, untuk kebutuhan sehari-hari saja,” tambahnya.

Kepala Kantor Pegadaian Cabang Mojokerto Ahmad Rofii membenarkan, selama pandemi ini permintaan masyarakat untuk menggadaikan harta berharga milik mereka cukup meningkat. ”Terutama dari kalangan pelaku usaha yang mengalami kemacetan,” kata Kepala Kantor Pegadaian Cabang Pembantu Mojokerto, Ahmad Rofii pada (22/10).

Dia menuturkan, keputusan untuk menggadaikan dimungkinkan modal usaha nasabah tidak berputar lancar. Sehingga memilih jalan untuk mengajukan pinjaman dana tunai. Ahmad Rofii menjelaskan, ada dua golongan barang yang bisa dijadikan sebagai jaminan pengajuan kredit di pegadaian.

Pertama, barang jaminan gudang, seperti mobil, motor, dan benda elektronik. Dan kedua, barang jaminan kantong yang berupa emas. Sejauh ini, barang jaminan tertinggi yang digunakan oleh warga adalah perhiasan emas mencapai 90 persen.

”Sisanya 10 persen ya mobil, motor, dan lain-lain itu.” ungkapya. Setiap hari, rata-rata 100 orang menggadaikan barang. Memang, sejak awal tahun ini pengajuan kredit telah meningkat 5 persen.

Ahmad Rofii menambahkan, selama masa pandemi Covid-19 ini pemerintah memberikan kebijakan tertentu bagi nasabah yang mengalami kesulitan pembayaran. Seperti, perpanjangan jatuh tempo, pembebasan denda, dan penundaan pembayaran paling lambat tiga bulan. (adi)

 

Sumber : https://www.jawapos.com/

BAGIKAN :

banner sinar1
banner sinar2
sinarkeprinews.com banner bawah
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x